Nama saya Imam Rasyidi. Saya adalah kontraktor rumah tinggal. Website
usaha saya: www.rii-kontraktor.com, email: irasyidi@yahoo.com, HP:
0816-997922, 021-70727840
____________________________________________________________
Keluarga dan sahabat mirip dengan pekerjaan dan
liburan. Kalau kita memiliki keluarga yang harmonis
seperti memiliki pekerjaan yang menyenangkan. Demikian
juga kalau kita memiliki sahabat yang baik mirip
dengan liburan yang menyenangkan.
Keluarga yang harmonis, dimana anggota keluarga
(terutama ayah dan ibu) saling pengertian, saling mau
berkompromi dan saling memberikan space untuk urusan
pribadinya, tentu saja ini adalah keluarga yang
diimpikan oleh semua orang normal yang berkeluarga.
Sementara, teman yang baik adalah teman yang mengisi
kelemahan kita atau saling berkontribusi pada bagian
yang teman kita tidak miliki. Ada sepasang sahabat
yang satunya jadi tempat curhat, tapi dia akan
bersedia mengantar kemanapun temannya mau pergi.
Adapula sepasang sahabat yang satunya cerewet yang
satunya pendiam, yang cerewet mengisi
kekuranginisiatifan si pendiam, sementara si pendiam
selalu bersedia diajak kemana di cerewet pergi. Ada
lagi sahabat yang satunya pintar yang satunya ngemong.
Si pintar sering jadi tempat bertanya, si ngemong
sering melayani di pintar.
Pola-pola hubungan keluarga dan sahabat seringkali
tidak sama, dan satu keluarga yang memiliki pola yang
satu akan merasa aneh melihat pola hubungan keluarga
yang lain. Ada satu keluarga dimana si Bapak sangat
sayang dan protektif terhadap istrinya. Si istri
sangat dimanja tapi di pihak lain si suami sangat
mendominasi keputusan dalam keluarga tersebut. Ada
keluarga lain dimana suaminya tidak secara ekspresif
menunjukkan sayang kepada istrinya, tapi
keputusan-keputusan di keluarga diambil secara
consensus. Masing-masing keluarga akan merasa aneh
dengan pola-pola hubungan yang lainnya. Sebenarnya dua
keluarga ini mungkin sama-sama harmonis atau sama
tidak harmonisnya.
Berkeluarga mirip dengan memiliki pekerjaan. Bisa jadi
kita rasanya nikmat berkumpul dengan anggota keluarga
atau mengerjakan pekerjaan kita di kantor tapi bisa
rasanya tidak betah berada di rumah dan bersama
keluarga atau tiap pagi rasanya berat sekali mau
berangkat ke kantor.
Bagi yang merasa kurang tepat memilih pasangan hidup
bisa mencari pasangan hidup yang lain yang lebih tepat
tapi bisa juga saling menyesuaikan diri karena tidak
ada pasangan hidup yang sempurna dan sangat mengerti
perasaan kita. Lha wong yang punya perasaan juga
kadang nggak ngerti perasaannya sendiri. Walaupun
demikian pilihan ganti pasangan akan jadi lebih rumit
manakala kita sudah memiliki junior yang harus juga
diperhitungkan masa depannya.
Demikian pula pekerjaan, kalau kita merasa tidak
cocok, kita dapat mencari pekerjaan baru yang bisa
lebih cocok untuk kita, entah dari sisi gajinya,
suasana kerjanya, karirnya, dll. Tapi seringkali
ternyata pekerjaan baru malah lebih bikin kita tidak
betah. Ada teman saya yang pindah kerja berkali-kali
dan berkali-kali itu pula balik lagi ke tempat semula.
Untung perusahaan lamanya masih masih menerima
kehadiran dia. Dan akhirnya setelah tiga kali diterima
menjadi pegawai baru di tempat yang sama. Dia kapok
dan bersumpah tidak akan lagi pindah kerja ke tempat
lain.
Sama seperti liburan, bersahabat tidak terikat kontrak
seperti kita berumah tangga. Kalau kita liburan kita
bisa memilih tempat yang paling kita sukai. Mungkin
ada orang yang memiliki tempat favorit dimana hampir
tiap liburan pergi ke tempat yang sama. Tapi tempat
favorit bisa juga beberapa tempat. Sehingga bisa
bergantian kalau sudah terlalu sering ke tempat
tertentu.
Sama dengan sahabat, ada orang yang sahabat karibnya
satu, dua, tiga atau beberapa. Ada orang yang tidak
memiliki sahabat karib sama sekali dan lebih senang di
rumah saja berdedikasi kepada keluarga. Atau ada yang
tidak ada sahabat karib tapi temannya banyak.
Bagi yang memiliki sahabat karib, apalagi lebih dari
satu. Rasanya seperti memiliki tempat liburan favorit
yang bikin kangen. Kalau lagi bosan dengan suasana
panas, maka kita pergi ke gunung. Kalau lagi ingin
bermain pasir, maka kita pergi ke pantai. Sama dengan
sahabat, kadang kala kita ingin berdiskusi serius,
maka kita akan menelpon atau berkunjung ke teman yang
sukanya berbicara hal-hal yang serius. Tapi manakala
sedang suntuk, maka sahabat yang fun lah yang akan
kita datangi.
Menurut saya, memiliki sahabat menyeimbangkan jiwa.
Memiliki sahabat juga mendidik emosi kita untuk bisa
menerima kekurangan dan kelebihan orang. Selain itu
seringkali sahabat bisa lebih dekat daripada saudara
sekandung sekalipun.
Nabi Muhammad pun dikelilingi para sahabat yang
mencintainya dan Beliaupun mencintai mereka. Sahabat
Nabipun memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada Abu
Bakar yang lembut dan sangat pengertian. Ada Umar yang
spontan dan gagah berani. Ada Ustman yang kaya dan
generous dan ada Ali yang cerdas dan bijaksana.
Bagi mereka yang memiliki keluarga yang harmonis dan
sahabat yang dapat berbagi, rasanya seperti memiliki
kekayaan yang tidak mau kita pertukarkan dengan
kekayaan duniawi manapun. Apalagi dibarengi dengan
pekerjaan yang menyenangkan dan tempat liburan favorit
yang selalu menanti kunjungan anda. Wah wah wah, bisa
bisa lupa akhirat ya……
0 Comments:
Post a Comment
<< Home